Foto penunjang: Tradisi musyawarah dan diskusi ilmiah Pemuda Persia.
Kesimpulan yang dapat ditarik adalah bahwa gerakan membutuhkan sintesis epistemologis. Sebuah cara berpikir yang mampu mengintegrasikan refleksi dan verifikasi dalam satu kesatuan yang utuh. Tanpa itu, gerakan akan terus terjebak dalam fragmentasi yang melemahkan.
Dan pada titik ini, Muktamar XIV menemukan maknanya yang paling dalam. Muktamar XIV bukan sekadar memilih pemimpin, tetapi memilih cara berpikir yang akan memimpin gerakan.
Ditulis oleh: Thaifur Rayya Difadrana (Kader Muda Persatuan Islam)
Comments 0