Foto: FB Setkab RI
KOSADATA-Sore itu, langit di kawasan pinggir rel Senen tampak mendung. Di antara deretan rumah semi permanen yang berdempetan dengan jalur kereta, aktivitas warga berjalan seperti biasa—anak-anak bermain, ibu-ibu berbincang di bawah payung seadanya, sementara kereta sesekali melintas dengan deru khasnya.
Tak ada yang menyangka, suasana akan berubah dalam hitungan menit.
Seorang pria bertopi, mengenakan pakaian sederhana. Berkemeja biru, berjalan di tengah kerumunan warga. Ia datang tanpa protokoler berlebihan, hanya ditemani beberapa pengawal dengan jumlah terbatas.
Rencana awalnya, ia ingin menyusup diam-diam—menyamar, melihat langsung kehidupan warga di bantaran rel. Namun, penyamaran itu tak berlangsung lama.
Warga mulai menyadari sosok yang berdiri di hadapan mereka adalah Presiden Prabowo Subianto. Spontan, kerumunan membesar. Anak-anak mendekat dengan rasa penasaran, sementara orang dewasa berebut menyapa. Dalam suasana riuh itu, seorang warga melontarkan celetukan polos yang langsung mencairkan suasana.
“Pak, bapak tahu dari mana ke sini?” ujarnya dalam tayangan video yang diunggah di Facebook Setkab RI, dikutip Jum'at, 27 Maret 2026.
Tak lama, suara lain menyusul, lebih emosional. “Seumur-umur baru ada Presiden datang ke tempat ini.”
Di sisi rel, dengan latar gerbong kereta yang melintas dan pepohonan liar yang menaungi area kumuh tersebut, Presiden tampak berbincang langsung dengan warga.
Ia mendengarkan keluhan, mulai dari kondisi hunian yang tidak layak hingga kekhawatiran keselamatan karena jarak rumah yang hanya beberapa meter dari rel aktif.
Sekretaris Kabinet Merah Putih, Teddy Indra Wijaya, yang mendampingi kunjungan itu mengungkapkan bahwa agenda tersebut memang tidak direncanakan secara formal.
“Presiden secara spontan ingin melihat langsung kondisi warga yang masih tinggal di bantaran rel. Beliau ingin memastikan program penataan kawasan
Comments 0