Fajar Shiddiq, Penulis, Ketua Bidang Kaderisasi PD. Pemuda Persis kab. Tasikmalaya.
KOSADATA- Cukup menarik membaca dialektika tulisan dua senior di jamiyyah Pemuda persis; kang Andri nurkamal dan Kang Jajang Hidayatullah. Dalam opini yg ditulis kang Andri, beliau menawarkan sebuah wacana kepemimpinan Pemuda persis mendatang. Menurutnya calon Pemimpin ideal ke depan mesti lebih akomodatif merangkul tiga elemen sumber daya kader yg diklasifikasikan menjadi tiga yaitu kader Ulama, Intelek, dan Aktivis.
Tawaran tersebut kemudian mendapat respon dari kang Jajang Hidayatullah dengan memberikan catatan rinci poin-poin yg dikritisi, termasuk Kategorisasi dan pengklasifikasian Ulama, Intelek, dan Aktivis. Di mana menurutnya bahwa pengklasifikasian tersebut terlalu simplistik dan berpotensi melahirkan masalah tersendiri.
Sejatinya, wacana yg ditawarkan kang Andri cukup menarik dan memiliki tempatnya tersendiri. Ia hendak membaca peta potensi kader di bawah yang harus dirangkul dan diwadahi semuanya tanpa dibedakan. Sebetulnya itu wilayah teknis, siapapun dan dari background yg mana pun memang pemimpin itu mesti mengakomodasi semuanya. Di sini memang kang Andri membawa ruang teknis seakan mesti menjadi tipe ideal sosok pemimpin mendatang. Di sisi lain, beliau juga melakukan hirarki dari tiga karakter itu, tidak lantas mengintegrasikannya. Sehingga ini menjadi sub poin catatan tersendiri dari kang Jajang, dimana menurutnya kategorisasi yang terlalu kaku berpotensi menciptakan dikotomi yang justru bertentangan dengan prinsip integrasi ilmu dalam Islam. Bahkan menurutnya tidak sedikit ulama yang mereka juga adalah intelektual sekaligus aktivis yg menyerukan perjuangan kepada umat.
Terlepas dari perbedaan pandangan dua kader luar biasa tersebut, pada tulisan ini saya hanya hendak menyodorkan wacana baru terkait karakter dan tipe Ideal calon Pemimpin Pemuda persis yg dibutuhkan ke depan. Tentu,
Comments 0