Andri Nurkamal (tengah), Penulis.
Khatimah: Dari Wacana Menuju Ruang Eksekusi
Kang Jajang yang saya hormati, lima belas poin yang Akang (Kakak) sampaikan adalah bingkai metodologis yang sangat menyelamatkan. Cara kita bertukar pikiran sesungguhnya sedang menatap cakrawala yang sama, hanya saja berdiri di atas bukit pendekatan yang berbeda. Saya mencoba meniupkan ruh Qiyadah (kepemimpinan) dan Falsafah Pergerakan, sementara Akal menyusun Nizham (sistem) dan Manhajiyyah (metodologinya).
Jika keduanya dikawinkan, Pemuda Persis tidak hanya akan memiliki "Sang Dirigen" yang visioner dan akomodatif, tetapi juga dibekali dengan partitur tata kelola institusi yang sangat terukur.
Sejatinya, tinta perdebatan selalu ingin menunjukkan kepongahannya yang perkasa, bahkan tidak sedikit yang kasar konservatif. Tetapi cahaya ilmu dari diskusi ini telah mewujud jadi Sintesa kuat, dimana dialektika di ruang publik sudah cukup membasahi kesadaran para kader. Kini saatnya kita membawa energi dialektika konstruktif ini ke ruang eksekusi. Mari kita rumuskan kerangka operasional dan indikator sistem yang Akang gagas tersebut menjadi draf resmi untuk disahkan pada Muktamar XIV 2026 nanti.
Dan, pada kesungguhan atas pergerakan lanjutan di belakang kita, seperti juga yang sudah diwariskan oleh pandalu kepada generasi kita
Comments 0