Tak Sejalan dengan Misi Presiden, Said Abdullah Minta PT Agrinas Batalkan Impor Mobil Niaga

Restu Hanif
Feb 25, 2026

Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah. Foto: ist.

KOSADATA - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah mendesak agar PT Agrinas Pangan Nusantara mengentikan rencana untuk mengimpor 105.000 mobil niaga dari India demi menyelamatkan industri dalam negeri dan ekonomi desa.

Said mengatakan, langkah korporasi yang menggunakan dana APBN tersebut perlu ditinjau ulang, karena tidak sesuai dengan visi Presiden Prabowo Subianto terhadap penguatan ekonomi domestik sebagai prioritas melalui berbagai program strategis.

“Program prioritas seperti makan bergizi gratis dan penguatan ekonomi pedesaan ditujukan untuk menggerakkan produksi dari desa. Arsitektur ekonomi ini seharusnya dipahami utuh, termasuk oleh BUMN,” kata Siad Abdullah dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Rabu, 25 Februari 2025 di Jakarta.

Said menjelaskan, rencana impor kendaraan niaga merupakan langkah yang kontraproduktif, dan justru semakin memperparah ketimpangan sektor manufaktur dengan Produk Domestik Bruto (PDB).

Padahal, tegasnya, peningkatan permintaan pangan melalui program pemerintah seharusnya diimbangi peningkatan produktivitas sektor hulu oleh Kementerian Pertanian. Dengan begitu, perputaran ekonomi desa meningkat sekaligus mengurangi ketergantungan impor.

“Lebih dari satu juta sarjana kita menganggur. Industri manufaktur semestinya menjadi tumpuan serapan tenaga kerja,” ujarnya.

Said menyebut bahwa rencana impor tersebut berpotensi menggerus perekonomian nasional. Berdasarkan perhitungan lembaga riset Celios, dampak yang ditimbulkan ketika rencana tersebut direalisasikan dapat mengger s PDB hingga Rp39,29 triliun, menurunkan pendapatan masyarakat Rp39 triliun, memangkas surplus industri otomotif Rp21,67 triliun, mengurangi pendapatan tenaga kerja rantai pasok Rp17,39 triliun, serta menekan penerimaan pajak bersih Rp240 miliar.

Melihat potensi tersebut, Said lantas meminta agar perusahaan BUMN tersebut mempertimbangkan untuk melakukan pengadaan dengan menggandeng produsen lokal. Menurutnya, langkah tersebut akan berdampak besar bagi industri otomotif domestik.

“Bayangkan jika


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0