Foto: ist.
KOSADATA — PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Lavender secara resmi menandatangani Production Sharing Contract (PSC) untuk Wilayah Kerja (WK) Lavender bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Wilayah kerja ini mencakup area offshore dan onshore di Sulawesi Selatan serta offshore Sulawesi Tenggara.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Lavender, Ruby Mulyawan, dan Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, pada 11 Februari 2026, dan dilanjutkan dengan penandatanganan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia pada 17 Maret 2026.
“Ketahanan energi nasional bukan pilihan, tapi keharusan. PHE berdiri di garis depan untuk memastikan produksi migas tetap terjaga hari ini, sambil menyiapkan energi masa depan Indonesia,” kata Ruby Mulyawan.
Wilayah Kerja Lavender diperoleh melalui mekanisme penawaran langsung Indonesia Petroleum Bidding Round (IPBR) Tahap 2 Tahun 2025. PSC WK Lavender menggunakan skema Cost Recovery dengan jangka waktu kontrak 30 tahun. PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Lavender ditetapkan sebagai operator dengan total luas wilayah kerja mencapai 8.206,95 km².
Nilai total komitmen pasti yang disepakati sebesar USD 2,8 juta, yang akan direalisasikan melalui Studi Geologi dan Geofisika (G&G), akuisisi Seismik 2D sepanjang 100 km, serta Seismik 3D seluas 200 km² dalam tiga tahun pertama masa eksplorasi.***
Update terus berita terkini KOSADATA di Google News.
Comments 0