Direktur Aplikasi Pemerintah Digital Ditjen Teknologi Pemerintah Digital Kemkomdigi, Yessi Arnaz Ferari. Foto: ist
KOSADATA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menegaskan perlindungan data pribadi menjadi benteng utama dalam uji coba digitalisasi sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) disiapkan untuk memastikan penyaluran bantuan sosial lebih cepat dan tepat sasaran.
Direktur Aplikasi Pemerintah Digital Ditjen Teknologi Pemerintah Digital Kemkomdigi, Yessi Arnaz Ferari, menyebut sistem Perlinsos bakal menjadi pintu masuk utama data calon penerima bansos yang terhubung dengan berbagai sistem pemerintah. Infrastruktur utama yang menopang integrasi itu adalah Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) atau “tol digital”.
“Fungsi SPLP adalah menginteroperasikan data agar lebih valid, terstandarisasi, dan efisien. Dengan SPLP, cukup satu hub untuk menghubungkan berbagai aplikasi sehingga layanan lebih efektif,” ujar Yessi dalam keterangannya, Jum'at, 19 September 2025.
Menurut Yessi, keamanan data menjadi prioritas mutlak. “Kemkomdigi memastikan keamanan data dalam tiga fase: saat disimpan (at rest), saat dikirim (in transit), dan saat digunakan (at use). Semua tahapan itu dijaga dengan standar keamanan yang ketat serta kepatuhan regulasi,” katanya.
Pemanfaatan AI, kata dia, tak hanya dipakai untuk mengolah data dalam jumlah besar, tapi juga membantu verifikasi identitas penerima bansos.
“Tahap awal adalah menyusun algoritma penargetan. Setelah jelas, AI akan membantu mengolah data dalam jumlah besar. Penerapan sederhana yang sudah berjalan adalah face recognition untuk verifikasi identitas penerima,” ungkap Yessi.
Keberhasilan sistem ini, lanjut Yessi, membutuhkan sinergi lintas kementerian dan lembaga. “Kemensos sebagai pemilik program, Dukcapil, dan instansi lain berperan dalam tata kelola data. Harus jelas siapa pengendali data, siapa pemroses, dan siapa pengguna. Kolaborasi ini penting agar verifikasi tepat sasaran,” tegasnya.
Dengan SPLP sebagai jalur utama
Comments 0