Tanggal 3 April dan Fakta Sejarah "Proklamasi kedua NKRI"

Joeang Elkamali
Apr 05, 2026

Sayyid Salahuddin, Depan Kanan, Penulis.

Ditulis oleh Sayyid Salahuddin, Ketua PD. Hima Persis Tasikmalaya Raya

KOSADATA- Pernahkah kita sejenak merenungkan, apa yang sebenarnya membuat kita tetap merasa sebagai satu bangsa yang utuh di tengah badai sejarah yang silih berganti? Jawabannya mungkin terdengar sederhana, namun secara filosofis sangat mendalam: ingatan bersama. Ingatan kolektif adalah semacam jangkar tak kasat mata yang menjaga perahu bernama Indonesia agar tidak hanyut terseret arus zaman atau pecah oleh polarisasi. Dalam kajian sosiologi politik dan kebudayaan, identitas sebuah negara tidak tumbuh begitu saja bagaikan rumput liar, melainkan harus senantiasa dirawat, dikonstruksi, dan dilembagakan melalui instrumen resmi. Salah satu cara paling efektif yang dimiliki negara untuk merawat ingatan publik tersebut adalah melalui penetapan hari libur nasional atau hari peringatan bersejarah. Jika kita meminjam kacamata sosiolog klasik Emile Durkheim, ritual-ritual sosio-politik seperti peringatan hari bersejarah memiliki fungsi krusial untuk menciptakan kesakralan, mengikat kembali solidaritas sosial yang mungkin mulai melonggar, serta memelihara keteraturan di dalam tata masyarakat. Hari-hari nasional ini pada hakikatnya beroperasi sebagai praktik memori publik yang sangat kritis dalam membangun komitmen emosional masyarakat terhadap eksistensi dan sejarah negaranya. Di Indonesia, kita semua tentu sangat terbiasa dengan gegap gempita perayaan 17 Agustus 1945 sebagai titik nol kebangkitan bangsa. Namun, tahukah kita bahwa narasi kemerdekaan itu sesungguhnya masih menyimpan lubang besar jika kita melupakan sebuah peristiwa penyelamatan maha penting yang terjadi tepat lima tahun setelah teks proklamasi dibacakan? Ada satu momen genting di mana Republik ini nyaris tinggal nama, namun berhasil diselamatkan oleh sebuah manuver politik yang teramat brilian pada tanggal 3 April


1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Related Post

Post a Comment

Comments 0