Akademisi UGM Ingatkan Risiko Program Gentengisasi Prabowo: Tak Semua Wilayah Cocok

Fahmi Wahyudi
Feb 06, 2026

Foto: ist

tutur Ashar.

Ia juga menilai perlu ada kejelasan mengenai tujuan utama dari program Gentengisasi tersebut. Apakah yang dikejar adalah bentuk atap, jenis material, atau sekadar estetika visual bangunan.

“Saat ini sudah banyak material berbasis metal yang bentuknya menyerupai genteng dan tampilannya rapi. Jadi pertanyaannya, yang diinginkan itu materialnya, bentuknya, atau tampilan arsitekturnya,” kata dia.

Di akhir, Ashar menekankan bahwa kebijakan terkait material bangunan tidak semestinya diterapkan secara seragam di seluruh Indonesia. Dengan kondisi geografis, budaya, dan kemampuan ekonomi masyarakat yang beragam, pendekatan fleksibel dinilai lebih relevan.

“Indonesia itu beragam. Kalau semua dipaksa mengikuti satu pilihan, itu tidak sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Masyarakat harus ditempatkan sebagai subjek, bukan sekadar objek pembangunan,” pungkasnya.***

Berita terkini lainnya bisa diikuti melalui kanal Google News KOSADATA.


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0