Jenny Jamin, Consumer Health Group Division Head PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (kiri), dan Pradipa Syarif, Marketing Category Head - Health Supplement PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (kanan), dalam acara konferensi pers Enervon Nusantara Run yang diadak
KOSADATA – Memperingati 50 tahun kiprah PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (Darya-Varia) di Indonesia, Enervon meluncurkan Enervon Nusantara Run, sebuah ajang fun run yang mengajak masyarakat menerapkan gaya hidup aktif sekaligus berbagi energi sehat bagi keluarga Indonesia. Kegiatan ini akan digelar pada Minggu, 8 Februari 2026, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.
Selama lima dekade, Darya-Varia konsisten menghadirkan solusi kesehatan yang relevan bagi keluarga Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Enervon, merek multivitamin keluarga yang dirancang untuk mendukung energi dan daya tahan tubuh seluruh anggota keluarga, mulai dari anak-anak hingga lansia, melalui rangkaian produk Enervon Kids, Enervon Fizz, Enervon Active, Enervon C, dan Enervon Gold.
Consumer Health Group Division Head PT Darya-Varia Laboratoria Tbk, Jenny Jamin, menyampaikan bahwa perayaan 50 tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perusahaan dalam mendorong kesehatan preventif dan gaya hidup aktif di tengah masyarakat.
“Selama 50 tahun, Darya-Varia berkomitmen menjadi mitra kesehatan keluarga Indonesia lintas generasi. Melalui Enervon Nusantara Run, kami ingin mengajak masyarakat bergerak aktif sekaligus memperluas dampak sosial yang nyata bagi kesehatan keluarga Indonesia,” ujar Jenny.
Tak hanya berfokus pada aktivitas olahraga, Enervon Nusantara Run juga membawa misi sosial dengan menargetkan penyaluran 3.000 Enervon Family Immunity Kit ke tujuh wilayah, yakni Papua, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi Barat, Kalimantan Barat, Aceh, dan Jakarta. Paket ini berisi rangkaian multivitamin untuk mendukung daya tahan tubuh keluarga penerima manfaat.
Penentuan wilayah penerima bantuan merujuk pada data Kementerian Kesehatan RI terkait berbagai tantangan kesehatan daerah, seperti isu gizi, imunisasi, akses layanan kesehatan, serta risiko penyakit
Comments 0