Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. Foto: ist
KOSADATA — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan, pemerintah akan menghentikan impor solar mulai 2026. Hal ini menjadi target Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia bisa mewujudkan kedaulatan energi.
Hal ini disampaikan Bahlil usai menyampaikan laporan kinerja sektor energi di Istana Merdeka dengan sejumlah capaian strategis, mulai dari percepatan program listrik desa hingga peningkatan produksi minyak nasional.
Salah satu poin utama laporan tersebut ialah rencana pemerintah mencapai kedaulatan energi pada 2026. Bahlil menyatakan Indonesia tidak lagi akan mengimpor solar setelah proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan beroperasi penuh.
“RDMP kilang kita yang di Balikpapan, insyaallah 10 November ini akan kita resmikan. Kalau kita dorong B50, suplai solar kita bisa surplus dan bahkan berpotensi diekspor,” ujar Bahlil usai bertemu Presiden.
Ia menegaskan seluruh langkah itu merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden Prabowo. “Ini kan semuanya perintah Bapak Presiden, yang perintahnya harus kita selesaikan dengan baik,” katanya.
Bahlil juga melaporkan hasil kunjungan kerjanya ke sejumlah daerah, termasuk Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Utara. Fokus lawatan itu adalah percepatan pembangunan jaringan listrik desa. Pemerintah menargetkan seluruh desa dan dusun di Indonesia sudah teraliri listrik paling lambat pada 2030.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, untuk listrik desa 2029–2030, dari 5.700 desa dan 4.400 dusun, itu harus selesai semua,” ucap Bahlil.
Selain program elektrifikasi, produksi minyak nasional turut menunjukkan tren positif. Hingga November 2025, lifting minyak Indonesia disebut telah melampaui target APBN sebesar 605.000 barel per hari.
Bahlil menambahkan bahwa realisasi pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sektor energi juga meningkat. Dari target sekitar Rp260
Comments 0