Akademisi Institut Teknologi PLN (ITPLN), Ir. Indah Handayasari, ST., MT. Foto: ist.
KOSADATA — Akademisi Institut Teknologi PLN (ITPLN), Ir. Indah Handayasari, ST., MT., berhasil mempertahankan sidang disertasi doktor di Universitas Tarumanagara dengan inovasi pemanfaatan ampas tebu sebagai bahan peremaja aspal daur ulang.
Indah menjelaskan bahwa penggunaan Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) memang efisien secara material, namun memiliki kelemahan akibat penuaan aspal.
“Aspal RAP cenderung mengalami penurunan kinerja, sehingga diperlukan bahan peremaja yang mampu mengembalikan sifat aslinya,” kata Indah pada Jumat, 17 April 2026.
Dalam disertasinya yang berjudul “Pengembangan Potensi ampas tebu Sebagai Bahan Peremaja Pada Campuran Loston (AC-WC) dengan Reclaimed Asphalt Pavement, Indah menawarkan solusi ramah lingkungan untuk meningkatkan kinerja aspal daur ulang.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa bio-aspal dari ampas tebu memiliki struktur kimia yang mirip dengan aspal konvensional. Material ini terbukti mampu memperbaiki performa aspal RAP secara signifikan.
“Campuran dengan RAP hingga 40 persen tetap memenuhi spesifikasi Bina Marga. Bahkan nilai Indeks Kekuatan Sisa mencapai 93,703 persen,” ucap Indah.
Ketahanan terhadap deformasi juga meningkat tajam. Pada campuran RAP 40 persen, stabilitas dinamis tercatat mencapai 7000 lintasan per milimeter. Sementara ketahanan kelelahan pada campuran RAP 20 persen mampu bertahan hingga 100.000 siklus pembebanan.
Temuan ini membuka peluang besar pemanfaatan limbah pertanian sebagai material konstruksi berkelanjutan.
“Bio-aspal ampas tebu tidak hanya meningkatkan kinerja, tetapi juga mendukung konsep green infrastructure,” imbuhnya.
Penelitian ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap aspal impor dan mendorong inovasi berbasis sumber daya lokal di sektor pembangunan jalan nasional.***
Update terus berita terkini KOSADATA di Google News.
Comments 0