Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Indonesia melakukan pelatihan budi daya ikan dalam ember. Foto: UI
KOSADATA - Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (Pengmas FFUI) memberikan pelatihan budi daya ikan dalam ember (budikdamber) dan akuaponik kepada sejumlah pemulung di Kelurahan Jati Padang Poncol, Jakarta Selatan. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para pemulung itu memiliki kemampuan atau keterampilan lain yang berguna dalam menunjang kehidupan warga di kawasan tersebut.
“akuaponik dan budikdamber ini dipilih sebagai teknik pertanian kota lahan terbatas di daerah tersebut, sebab pemeliharaan dan perawatan yang mudah, cukup murah, tidak banyak memakan lahan/ tempat, dan bernilai ekonomi sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber penghasilan tambahan," ujar Ketua tim Pengmas FFUI, Roshamur Cahyan Forestrania seperti dilansir laman resmi UI, Senin (11/9/2023).
Diakuinya, keberadaan pemulung memiliki peran yang penting dalam pengelolaan sampah di Jakarta. Namun, ucapnya, seringkali pendapatan para pemulung itu sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kelurahan Jati Padang Poncol merupakan salah satu kawasan di Jakarta Selatan yang didominasi oleh masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah dan sebagian besar bermata pencaharian sebagai pemulung," katanya.
Untuk itu, tegasnya, tim Pengmas FFUI melakukan pemberdayaan melalui pemanfaatan pertanian kota lahan terbatas dengan teknik akuaponik dan budikdamber (budidaya ikan dalam ember). Di Jati Padang Poncol itu, ungkapnya, terdapat setidaknya 80 kepala keluarga yang bertahan hidup dengan memulung.
"akuaponik dan budikdamber merupakan sebuah sistem budidaya ikan dan sayuran secara bersamaan dalam satu ekosistem budidaya di ember. Sejauh ini, pertanian dan perikanan di daerah Jati Padang Poncol belum dilakukan optimal," ucapnya.
Hal ini karena luas lahan yang sempit dan juga rawan banjir
Comments 0