Ojol Perempuan, Dari Jalanan Kota Menjemput Asa

Kakang Nan
Apr 21, 2026

Foto: dok. InDrive

bukan tanpa hambatan. Sebagai perempuan yang bekerja di ruang publik, Mira sempat menghadapi rasa khawatir soal keamanan hingga stigma sosial. Tidak semua orang langsung menerima perempuan sebagai pengemudi di jalanan.

Tetapi baginya, keraguan itu kalah oleh satu hal: tanggung jawab sebagai ibu.

“Menurut saya, perempuan itu harus kuat dan berani. Kita juga bisa bekerja dan mandiri, apalagi untuk keluarga,” tuturnya.

Di sela aktivitasnya, Mira tetap menjalankan perannya sebagai ibu. Ia mengatur ritme kerja dengan cermat—mengantar anak di pagi hari, bekerja setelahnya, lalu berhenti sejenak untuk menjemput mereka pulang sekolah sebelum kembali mencari penumpang hingga sore.

Fleksibilitas waktu menjadi alasan ia bertahan. Sistem yang memungkinkan pengemudi memilih order juga memberinya kendali lebih atas pekerjaannya. Ditambah lagi dengan skema komisi yang relatif rendah, membuat penghasilannya terasa lebih optimal.

“Potongannya kecil, jadi penghasilan yang saya terima lebih besar. Itu sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Di tengah segala keterbatasan, Mira berdiri sebagai potret nyata perempuan yang tak menyerah. Hari Kartini baginya bukan sekadar peringatan historis, melainkan pengingat bahwa perempuan memiliki ruang untuk menentukan arah hidupnya sendiri.

Ia pun menitipkan pesan sederhana, namun kuat, terutama bagi perempuan yang berada dalam situasi serupa.

“Untuk perempuan di luar sana, terutama single mom, tetap semangat. Jangan menyerah dan berani mencoba hal baru. Kita harus kuat untuk keluarga.”

Kisah Teh Mira mengalir seperti jalanan yang ia lewati setiap hari—kadang macet, kadang lancar, namun selalu bergerak maju. Di balik kemudi, ia tak hanya mengantar penumpang, tetapi juga menjemput masa depan yang lebih baik.

Dan di sanalah, semangat Kartini terus hidup—diam-diam, tapi pasti.***

Berita terkini lainnya


1 2 3

Related Post

Post a Comment

Comments 0