Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, saat memimpin Tim Kunker Komisi V DPR meninjau Stasiun Tawang, Semarang, Jateng, Jumat (20/2/2026). (Foto: dok DPR RI)
KOSADATA - Ketua Komisi V DPR, Lasarus, mendesak penanganan permanen terhadap jalur kereta di Semarang yang kerap ambles dan terdampak banjir rob. Ia menegaskan, persoalan penurunan tanah di kawasan tersebut tidak bisa lagi diatasi dengan langkah teknis sementara.
Hal itu disampaikan Lasarus saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Komisi V DPR meninjau Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (20/2/2026). Menurutnya, metode pemompaan air yang selama ini dilakukan hanya bersifat reaktif dan belum menyentuh akar masalah.
“Pada kondisi tertentu pompa bisa membantu, tetapi ketika penurunan tanah sudah masif atau berkaitan dengan faktor bencana alam, cara tersebut tidak lagi memadai,” ujarnya.
Legislator dari Dapil Kalimantan II itu menilai, solusi jangka panjang yang dibutuhkan adalah pembangunan jalur rel yang lebih tinggi dan bersifat permanen. Dengan demikian, jalur kereta tidak lagi terdampak banjir rob maupun penurunan tanah yang terus terjadi di wilayah pesisir Semarang.
Lasarus juga mendorong penyusunan roadmap yang jelas dan terintegrasi. Jika PT Kereta Api Indonesia (KAI) belum mampu melakukan investasi besar secara mandiri, ia meminta pemerintah turun tangan melalui dukungan APBN.
Selain itu, koordinasi lintas sektor dinilai menjadi kunci. Ia menyebut perlunya sinergi antara Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, serta PT KAI agar penanganan tidak lagi berjalan parsial.
“Sering kali persoalannya bukan semata anggaran, melainkan kurangnya sinkronisasi antar lembaga. Ego sektoral membuat solusi tidak berjalan terpadu,” tegasnya.
Komisi V DPR pun berencana mempertemukan seluruh pemangku kepentingan dalam satu forum bersama guna merumuskan langkah konkret, termasuk pembagian tanggung jawab, skema pendanaan, dan target waktu penyelesaian.
Lasarus menambahkan, penanganan jalur kereta harus diselaraskan dengan program pengendalian banjir yang
Comments 0