Foto: ist
KOSADATA — Dari dapur rumahan di masa pandemi, Lado Cuisine kini melangkah ke panggung dunia. Brand kuliner asal Indonesia itu sukses menembus pasar internasional berkat dukungan platform cross-border e-commerce Master Bagasi.
Didirikan di tengah situasi sulit beberapa tahun lalu, Lado Cuisine awalnya hanya melayani pesanan dari diaspora Indonesia yang mudik ke tanah air. Namun, dengan keberanian dan ketekunan, usaha kecil ini perlahan tumbuh hingga kini dikenal di berbagai negara.
Perjalanan menembus pasar global bukan tanpa rintangan. “Tantangan terbesarnya adalah regulasi ekspor makanan, terutama ke Australia yang justru menjadi pasar utama kami,” ujar Agung Kinshasa Oktriana, pemilik Lado Cuisine yang akrab disapa Shahsa, Senin, 13 Oktober 2025.
Bagi Lado Cuisine, kemitraan ini bukan sekadar soal logistik. “Kami mengenal Master Bagasi saat mencari layanan pengiriman ke Australia. Mereka terpercaya, komunikatif, dan punya harga flat door delivery,” kata Shahsa.
Selain membantu pengiriman, Master Bagasi juga memperkuat visibilitas digital Lado Cuisine di pasar internasional. Dampaknya terasa: pesanan meningkat, dan pelanggan dari berbagai negara mulai mengenal brand tersebut.
“Alhamdulillah, respon pelanggan luar negeri positif. Mereka senang karena bisa tetap menikmati rasa asli Indonesia,” kata Shahsa.
Kini, Australia menjadi pasar utama Lado Cuisine. Namun, dengan dukungan Master Bagasi, mereka optimistis bisa menembus negara lain.
“Layanan Master Bagasi sangat membantu UMKM seperti kami. Harapannya, ke depan kami bisa melakukan upselling lebih agresif dan berbagi pengalaman positif ini ke pelaku usaha lain,” tambahnya.
Di titik itulah peran Master Bagasi menjadi penentu. Platform e-commerce lintas negara ini hadir sebagai jembatan antara produk-produk asli
Comments 0