Foto: ist
KOSADATA — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem resmi memperpanjang masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari, mulai 12 hingga 25 Desember 2025. Keputusan itu ditetapkan dalam rapat koordinasi lintas sektor di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh.
Rapat dihadiri perwakilan DPR Aceh, Forkopimda, SKPA, BPBA, unsur TNI/Polri, serta berbagai lembaga kemanusiaan yang menangani banjir dan longsor di sejumlah kabupaten/kota. Membuka pertemuan, Mualem menyampaikan pesan yang menggugah.
“Mudah-mudahan di malam yang bahagia ini kita dapat duduk bersama, berlangkah bersama, untuk menetapkan perpanjangan darurat bencana alam,” ujar Mualem seperti dilansir Infopublik, Kamis, 11 Desember 2025.
Mualem menegaskan situasi bencana di Aceh masih kritis. Sejumlah wilayah terisolasi belum dapat dievakuasi, distribusi logistik tersendat akibat akses darat yang terputus, dan kerusakan jalan serta jembatan menghambat konektivitas antarwilayah.
Ia juga menyoroti perlunya pemulihan layanan kesehatan, pendidikan, fasilitas keagamaan, serta infrastruktur sosial yang rusak berat.
“Bencana saat ini masih membutuhkan penanganan intensif, terpadu, terintegrasi, dan terkoordinasi,” kata Mualem.
Dalam keputusan resminya, Gubernur menyampaikan tiga poin utama. Pertama, kondisi bencana masih membutuhkan respons cepat dan koordinasi lintas lembaga. Kedua, masa tanggap darurat diperpanjang sampai 25 Desember dan dapat disesuaikan sesuai perkembangan lapangan.
Ketiga, seluruh pihak diminta memprioritaskan percepatan penanganan, terutama pemulihan akses, pencarian korban, dan stabilisasi sektor vital.
“Penanganan harus terus dilakukan tanpa jeda. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” ucapnya.
Sejak akhir November, Aceh dilanda banjir besar di Aceh Utara, Bireuen, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur, serta longsor di Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Barat. Ratusan ribu warga mengungsi. Beberapa jembatan dan ruas jalan utama rusak, membuat arus
Comments 0