Ilustrasi banjir dan longsor. Foto: ist.
KOSADATA — Anggota Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN PIM), Siti Zuhro, mendukung penuh komitmen tegas Presiden Prabowo Subianto dalam melakukan penindakan hukum terhadap para pelaku perusak lingkungan di tanah air.
Siti menyatakan, langkah Presiden tersebut merupakan sinyal positif untuk menyelamatkan ekosistem hutan yang kian terancam. Namun, ia menekankan agar komitmen tersebut tidak berhenti pada tataran retorika, melainkan harus diwujudkan secara nyata dan konsisten, terutama dalam menata ulang ruang hijau di wilayah yang rentan bencana.
"DN PIM mendukung komitmen Presiden Prabowo Subianto untuk menyelamatkan hutan dan menindak tegas para pelaku perusakan lingkungan. Kami meminta agar komitmen tersebut diwujudkan secara sungguh-sungguh, konsisten, dan nyata," ujar Siti dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (05/01/2026).
Siti menegaskan, berbagai bencana alam yang terus berulang harus menjadi alarm bagi nurani kolektif bangsa. Menurutnya, pembiaran terhadap kerusakan lingkungan hanya akan membawa Indonesia menuju malapetaka nasional yang lebih besar.
"Musibah yang berulang harus menjadi seruan nurani bersama. Jika perusakan terus dibiarkan, maka musibah akan berkembang menjadi malapetaka nasional, dan duka nasional akan berubah menjadi nestapa berkepanjangan," tuturnya.
Lebih lanjut, Siti menyoroti musibah yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada November lalu sebagai dampak nyata dari praktik ekonomi ekstraktif yang tidak berkelanjutan.
Ia menilai, eksploitasi sumber daya alam selama ini hanya menguntungkan segelintir pihak, sementara rakyat kecil harus menanggung deritanya.
"Sumber daya alam yang seharusnya dijaga untuk kemaslahatan generasi penerus, justru dirusak oleh keserakahan segelintir pihak yang mencuri keuntungan di atas penderitaan rakyat," tegas Siti.
Ia juga mengkritisi lemahnya penegakan hukum saat berhadapan dengan kekuatan ekonomi politik yang
Comments 0