Foto: ist.
Pilihan ketiga adalah memperlonggar batas defisit fiskal, misalnya dengan menaikkan ambang batas menjadi 4 atau bahkan 5 persen dari PDB. Tetapi, langkah ini juga membawa risiko yang tidak kecil. Persepsi pasar terhadap disiplin fiskal Indonesia dapat melemah, yang pada akhirnya meningkatkan risiko penurunan peringkat utang negara. Dampaknya bisa memicu arus keluar modal, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, dan kenaikan inflasi.
Dengan kata lain, hampir semua opsi kebijakan mengandung konsekuensi yang cukup berat.
Situasi ini menegaskan bahwa struktur fiskal Indonesia semakin sempit dan semakin rentan terhadap guncangan eksternal.
Dalam kondisi seperti ini, disiplin fiskal dan kehati-hatian dalam mengelola fiskal (prudent) menjadi semakin penting. Pemerintah harus bijak dalam pengambilam keputusan yang dilematis tersebut secara cermat, untuk memastikan keberlanjutan fiskal dalam jangka menengah.
Pada akhirnya, ketika ruang fiskal semakin sempit, kualitas keputusan kebijakan menjadi jauh lebih menentukan.
Comments 0