Foto: Pixabay/NoName_13
KOSADATA - Umur panjang selalu jadi dambaan. Sejak dulu, manusia bertanya-tanya: sampai usia berapa tubuh bisa bertahan? Apakah mungkin kita hidup hingga 150 tahun?
Jawaban itu masih misteri. Namun sejarah pernah mencatat nama Jeanne Calment, perempuan Prancis yang wafat pada 1997 dalam usia 122 tahun 164 hari. Hingga kini, ia tercatat sebagai manusia dengan umur paling panjang di dunia.
Di Indonesia, publik sempat dihebohkan sosok Mbah Gotho dari Sragen, Jawa Tengah. Kartu identitasnya menunjukkan ia lahir pada 31 Desember 1870. Saat meninggal pada 2017, berarti usianya mencapai 146 tahun. Klaim itu membuatnya dijuluki “manusia tertua di dunia”. Namun, Guinness World Records tak pernah mengesahkan namanya lantaran keaslian data kependudukan tersebut diragukan.
Meski begitu, riset ilmiah tak berhenti membongkar batas hidup manusia. Studi dalam jurnal Nature Communications tahun 2021 menyebut manusia berpotensi hidup 120 hingga 150 tahun, bergantung pada banyak faktor. “Jika manusia menjalani hidup dengan sedikit stressor, maka rentang hidup maksimum bisa mencapai 150 tahun,” tulis penelitian yang dikutip Scientific American, belum lama ini.
Para peneliti menelaah data kesehatan di Amerika Serikat, Inggris, dan Rusia. Mereka mengamati laju penuaan melalui perubahan jumlah sel darah serta aktivitas fisik harian. Hasilnya, tubuh manusia diyakini memiliki "batas biologis" yang lebih panjang daripada usia rata-rata saat ini.
Namun, sejumlah ahli menanggapinya dengan hati-hati. Heather Whitson, Direktur Pusat Studi Penuaan Duke University, meragukan validitas pengukuran tersebut. Baginya, angka bukanlah segalanya. “Kematian bukan satu-satunya hal yang penting. Kualitas hidup lebih berarti, apalagi saat usia bertambah,” ujarnya.
Senada, Nir Barzilai, ahli genetika dari Amerika Serikat, menyebut prediksi umur panjang sulit
Comments 0