Bey Machmudin: Pencapaian Indikator Makro Pembangunan Daerah Jadi Prioritas Utama

Widihastuti Ayu
Jul 30, 2024

Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin. Foto: PPID Jabar

KOSADATA - Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengajak semua pemangku kepentingan untuk memprioritaskan pencapaian indikator makro pembangunan daerah. Hal ini dia ungkapkan saat membuka Rapat Koordinasi Forum Inspektur Daerah Seluruh Indonesia (FIDSI) di Gedung Sate, Kota Bandung.

Dalam rakor yang bertemakan “Penerapan Manajemen Risiko dalam pencapaian indikator makro pembangunan daerah” itu, Bey menuturkan bahwa manajemen risiko menjadi salah satu hal penting dalam mengakselerasi pencapaian indikator makro pembangunan daerah. Sebab, tantangan pembangunan daerah semakin kompleks dan dinamis.

"pencapaian indikator makro pembangunan daerah harus menjadi prioritas utama bagi kita semua. Manajemen risiko menjadi salah satu strategi kunci dalam mengantisipasi dan mengelola risiko yang terjadi dalam setiap prosesnya," ujar Bey Machmudin dalam keterangannya, Selasa (30/7/2024).

"Peran Inspektorat Daerah sangat krusial, harus mampu melakukan pengawasan, yang tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga proaktif dalam mendeteksi potensi risiko sejak dini," tambahnya.

Karenanya, Bey mengimbau kepada Inspektorat Daerah untuk menjadi yang terdepan dalam menjaga integritas dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Tujuannya untuk mencapai pemerintahan yang baik dan bersih.

"Jangan pernah terlibat atau menjadi bagian dari praktik - praktik tidak beretika yang dapat merusak kepercayaan publik dan menghambat pembangunan," ucapnya.

Selain itu, Bey berharap Forum Inspektur Daerah Seluruh Indonesia dapat berperan strategis dalam mendukung tercapainya pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari korupsi.

"Dengan menjaga integritas, kita dapat memastikan bahwa setiap rupiah yang dianggarkan dapat digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Inspektur Jenderal Kemendagri Tomsi Tohir mengatakan bahwa rakor FIDSI tersebut merupakan bagian dalam upaya mengevaluasi kinerja Inspektorat Daerah dalam kegiatan pengawasan.

"Tentunya


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0