Bamsoet: Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Harus Tetap Waspada

Restu Hanif
Apr 09, 2026

Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 Bambang Soesatyo (Bamsoet). Foto: ist.

KOSADATA — Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengingatkan Indonesia agar tidak lengah menyikapi dinamika konflik antara Iran dan Israel. Meski telah terjadi gencatan senjata, situasi tersebut belum dapat dimaknai sebagai akhir dari ketegangan.

Menurut Bamsoet, gencatan senjata lebih tepat dibaca sebagai jeda strategis bagi kedua pihak untuk memperkuat posisi, mengisi logistik, dan menyusun langkah selanjutnya.

“Indonesia harus melihat gencatan senjata ini secara jernih dan strategis. gencatan senjata dalam perspektif intelijen geopolitik tidak bisa dimaknai sebagai tanda berakhirnya konflik. Itu lebih tepat dibaca sebagai jeda strategis,” kata Bamsoet dalam keterangan tertulisnya yang diterima pada Kamis, 9 April 2026 di Jakarta.

Bamsoet memaparkan bahwa eskalasi konflik Iran-Israel telah memicu kekhawatiran global, terutama gangguan jalur distribusi energi di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Harga minyak mentah sempat melonjak di atas USD 95 per barel, sementara premi risiko pengiriman meningkat tajam.

Dampak konflik ini tidak hanya dirasakan pada sektor energi, tetapi juga menekan stabilitas pasar keuangan, memicu volatilitas nilai tukar, serta meningkatkan tekanan inflasi di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.

“Kita tidak boleh menganggap gencatan senjata sebagai akhir dari ketegangan. Justru dalam banyak kasus, fase ini menjadi titik paling krusial karena setiap aktor yang terlibat perang sedang menyiapkan skenario berikutnya,” tegas Bamsoet.

Ia menambahkan bahwa gencatan senjata sering digunakan sebagai instrumen untuk membangun narasi internasional yang menguntungkan masing-masing pihak, sementara di belakang layar tetap dilakukan upaya penguatan posisi.

gencatan senjata bisa


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0