Ucapannya Soal Guru Picu Polemik, Menag Nasaruddin Umar Minta Maaf

Yan Aminah
Sep 04, 2025

Menteri Agama Nasaruddin Umar. Foto: ist

KOSADATAMenteri Agama Nasaruddin Umar akhirnya menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf terkait potongan video pernyataannya yang menyebut profesi guru bukan untuk mencari uang. Pernyataan itu sempat menuai tafsir beragam hingga dianggap merendahkan martabat tenaga pendidik.

“Untuk itu, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada niat sedikit pun bagi saya untuk merendahkan profesi guru,” ujar Nasaruddin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 4 September 2025.

Ia menegaskan, ucapan tersebut justru dimaksudkan untuk menekankan kemuliaan profesi guru yang memiliki peran besar dalam membentuk generasi bangsa. 

“Justru sebaliknya, saya ingin menegaskan bahwa guru adalah profesi yang sangat mulia, karena dengan ketulusan hati merekalah generasi bangsa ditempa,” katanya.

Nasaruddin menambahkan, dirinya juga telah mengabdikan puluhan tahun sebagai pengajar. Dari pengalaman itu, ia memahami bahwa guru selain mengemban tugas luhur, juga berhak memperoleh kesejahteraan yang layak. 

“Puluhan tahun hidup saya abdikan di ruang kelas, mendidik mahasiswa, menulis, dan membimbing. Karena itu, saya sangat memahami bahwa di balik kemuliaan profesi ini, guru tetap manusia yang membutuhkan kesejahteraan,” tuturnya.

Pernyataan yang menimbulkan polemik tersebut disampaikan Nasaruddin saat membuka pembelajaran Pendidikan profesi guru (PPG) Kementerian Agama pada Rabu pagi. 

Di hadapan peserta, ia mengingatkan agar guru tidak minder ketika membandingkan profesinya dengan pekerjaan lain yang lebih menjanjikan secara materi.

“Semua profesi paling bagus itu adalah guru, bangga lah menjadi guru, jangan minder. Menjadi seorang guru itu mulia sekali, halalan thayyiban, rizkinya itu InsyaAllah,” ucapnya.

Lebih jauh, Nasaruddin membedakan orientasi profesi guru dengan pedagang. Menurutnya, bila pedagang memang mengejar keuntungan, maka guru mengemban misi mencerdaskan anak bangsa. 

“Jangan ikut-ikutan terhadap para pedagang, memang


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0