Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid, KH Abdullah Gymnastiar. Foto: dok. Daarut Tauhiid
KOSADATA — Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhid, KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym, mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa empati dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, empati adalah kunci membangun hubungan sosial yang sehat dan berkeadaban.
"Empati itu kemampuan memahami perasaan orang lain, melihat dari sudut pandangnya, bahkan membayangkan kita ada di posisinya," ujar Aa Gym dilansir dari laman resmi Daarut Tauhiid, Selasa, 29 Juli 2025.
Ia mencontohkan, sering kali orang mudah menghakimi tanpa berusaha memahami situasi yang sebenarnya. Misalnya, ketika seorang ibu membawa anak ke kajian lalu anaknya rewel. "Jangan marah. Boleh jadi anak itu tak bisa ditinggal karena tak ada yang jaga di rumah," katanya.
Begitu pula saat ponsel seseorang berbunyi saat salat berjemaah. Alih-alih langsung memarahi, Aa Gym mengajak jamaah berpikir jernih. "Mungkin dia lupa mematikan. Kita tidak tahu seberapa berat beban hidupnya. Bisa jadi ia sudah sangat merasa bersalah," ujarnya.
Aa Gym mengingatkan pentingnya bersikap adil dalam menyikapi kesalahan orang lain. Menurutnya, keadilan bukan sekadar soal hukum, tetapi kemampuan menempatkan sesuatu pada tempatnya. "Kalau kita punya empati, kita bisa bersikap lebih tenang, lebih bijak," kata dai yang dikenal dengan dakwah lembutnya itu.
Ia pun mengutip teladan Nabi Muhammad SAW yang menunjukkan empati luar biasa, bahkan dalam ibadah. "Saat cucunya naik ke punggung beliau ketika sujud, Rasulullah mendiamkan sampai sang cucu turun sendiri. Itu empati yang sangat dalam."
Aa Gym menambahkan, menumbuhkan empati adalah proses yang tidak instan. Perlu latihan terus-menerus agar hati menjadi peka terhadap kondisi orang lain. "Sebagian dari kita merasa sulit berempati. Tapi kalau dilatih,
Comments 0