Sedangkan dalam pertanyaan terbuka, terkait pilihan calon gubernur DKI Jakarta, nama Heru Budi Hartono masuk keurutan kedua setelah Anies Baswedan, berikut ini urutannya: Anies Baswedan (11,5%), Heru Budi Hartono (9,3%), Basuki Tjahaja Purnama (7,8%), Sandiaga Uno (4,0%), Ridwan Kamil (3,5%), Ahmad Sahroni (2,8%), Gibran Rakabuming Raka (2,8%), Agus Harimurti Yudhoyono (1,5%), Erick Thohir (1,5%), dan Tri Rismaharini (1,3%). Lainnya (2,3%) dan TT/TJ (51,8%).
“Iya nama Heru Budi Hartono cukup potensial, selain nama Anies dan Ridwan Kamil. Tujuh bulan menjabat, namanya masuk 3 besar,†ujar Ali Rif’an.
Bahkan dalam simulasi 3 Kandidat Calon Gubernur DKI Jakarta, nama Heru Budi Hartono bersaing ketat dengan Anies Baswedan. Berikut ini urutannya: Ridwan Kamil (43,5%), Anies Baswedan (25,8%), dan Heru Budi Hartono (22,3%), sementara yang tidak tahu/tidak jawab 8,5%.
“Kalau kita simulasikan 3 nama, Ridwan Kamil paling tinggi (43,5%), disusul Anies Baswedan (25,8%), dan Heru Budi Hartono (22,3%). Namun catatan saya, nama Anies dan Heru bersaing ketat karena secara statistik sebenarnya intervalnya tidak terlampau jauh,†tambah Ali Rif’an dalam paparannya.
Sebagai informasi, survei bertajuk “Evaluasi Kinerja & Peta Elektoral Pilkada DKI Jakarta 2024†ini dilaksanakan pada tanggal 11 – 18 Mei 2023 di Provinsi DKI Jakarta, melalui wawancara tatap muka. Metode penarikan sampel Multistage Random Sampling. Jumlah
Comments 0