Solusi Banjir dan Macet Jakarta? Ahli Tegaskan Pentingnya Infrastruktur Bawah Tanah

Abdillah Balfast
Nov 04, 2025

Terowongan MRT Jakarta

KOSADATA - Pembangunan MRT Jakarta menjadi penanda dimulainya era konstruksi bawah tanah di Indonesia. Infrastruktur yang sebelumnya identik dengan kota-kota besar seperti Beijing, Bangkok, dan London kini mulai berkembang di Tanah Air.

Setelah MRT, geliat proyek serupa terus berkembang, termasuk rencana pembangunan immersed tunnel yang akan melintas di bawah perairan lindung kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Namun, pengembangan konstruksi bawah tanah memiliki tantangan besar. Kondisi geoteknik Indonesia yang beragam membuat proses perencanaan dan pembangunan membutuhkan keahlian tinggi serta teknologi canggih. Karena itu, kolaborasi dan transfer teknologi internasional menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas nasional.

“Kami membuka ruang kolaborasi dengan insinyur mancanegara agar terjadi pertukaran ilmu dan pengalaman,” ujar Weni Maulina, Ketua Masyarakat Terowongan dan Konstruksi Bawah Tanah Indonesia (MTKBTI), Senin (3/11/2025).

Weni yang juga menjabat Direktur Konstruksi MRT Jakarta menyebut sektor ini membutuhkan sumber daya manusia dengan keahlian sangat spesifik dan berbeda dari konstruksi pada umumnya.

Untuk memperkuat kompetensi tenaga ahli, hingga Oktober 2025 telah tercatat 30 profesional tersertifikasi sebagai Ahli Madya Perencanaan Terowongan Jalan, serta 24 Insinyur Muda Perencanaan Terowongan Jalan.

“Sertifikasi ini menjadi bukti kompetensi SDM nasional menghadapi proyek berteknologi tinggi,” tegas Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Boby Ali Azhari.

Investasi Jangka Panjang, Manfaat Berkelanjutan

Pembangunan infrastruktur bawah tanah digadang menjadi solusi penting untuk banjir dan kemacetan yang terus membayangi kota-kota besar seperti Jakarta. Namun, pada tahap awal, proyek besar semacam ini sering menuai keluhan masyarakat karena dianggap mengganggu aktivitas kota dan membutuhkan investasi besar.

“Di tahap awal, masyarakat melihat gangguan dan biaya besar, sehingga sulit membayangkan manfaat masa depan dari sistem tersebut,” ujar Arnold


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0