Foto: IG Official Arifin
KOSADATA - Hujan deras yang mengguyur Jakarta beberapa waktu lalu tak hanya meninggalkan genangan, tetapi juga meruntuhkan sebuah rumah tua di sudut Jakarta Pusat. Rumah itu milik Diding Boneng, artis senior yang wajah dan lawakannya pernah menghiasi layar kaca era 1980–1990-an. Di usia senjanya, Diding kini harus berhadapan dengan kenyataan pahit: rumah yang telah ia tempati puluhan tahun roboh diterjang hujan.
Suasana haru bercampur canda khas Betawi mewarnai pertemuan Diding dengan Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, saat meninjau langsung kondisi rumah tersebut. Di sela-sela obrolan yang kadang meloncat ke mana-mana—tentang kontrakan, burung, ayam, hingga ulang tahun—terselip persoalan yang jauh lebih serius: soal tempat tinggal yang layak.
“Kita cari kontrakan dulu, nanti tinggal dikontrakan sementara,” ujar Arifin, setengah bercanda saat meninjau rumah Boneng. Kalimat itu sederhana, tapi menyimpan kecemasan warga yang mendadak kehilangan atap rumah.
Arifin menegaskan, pemerintah kota tidak akan tinggal diam. Menurut dia, kasus rumah Diding Boneng akan ditangani melalui program bedah rumah yang dijalankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Baznas Bazis DKI.
“Memang ada program kita yang namanya program bedah rumah,” kata Arifin.
Dalam skema tersebut, penghuni rumah yang akan direnovasi akan dipindahkan sementara ke rumah kontrakan. Pemerintah menanggung biaya kontrakan sembari rumah diperbaiki.
Program ini, kata Arifin, bukan hanya untuk figur publik. “Ini terbuka untuk masyarakat siapa pun. Bahkan kalau ada pihak lain yang mau membantu, kita buka kesempatan. Bantuan bisa digabung,” imbuhnya.
Pemerintah, Baznas Bazis, dan masyarakat bisa bergotong royong mempercepat perbaikan rumah warga.
Bagi Diding Boneng, bantuan itu bukan sekadar soal material bangunan. Di
Comments 0