Herman Khaeron membuka Rakerda Demokrat Jakarta. Foto: dok. Demokrat
Ketua DPD Demokrat Jakarta, Mujiyono, membuka Rakerda dengan pidato strategis yang menekankan pentingnya pembenahan menyeluruh. Menurutnya, Rakerda bukan sekadar agenda koordinasi tahunan, melainkan momen refleksi kolektif atas arah perjuangan partai.
"Kita tidak akan pernah menang dalam Pemilu 2029 jika tidak merapikan rumah kita sendiri. Revitalisasi organisasi dan peneguhan arah juang adalah kunci,” kata Mujiyono.
Forum ini mengangkat tema “Revitalisasi Organisasi dan Peneguhan Arah Juang Demokrat Jakarta”, dan menyepakati tiga fokus utama pembenahan:
1. Konsolidasi struktur dari tingkat DPD hingga ranting,
2. Penegakan disiplin organisasi dan loyalitas komando,
3. Peningkatan kapasitas kader melalui pelatihan dan program pengembangan berkelanjutan.
Mujiyono menekankan bahwa Demokrat Jakarta juga akan diarahkan sebagai center of excellence dalam kaderisasi. Mulai tahun ini, pendidikan politik, komunikasi publik, hingga literasi kampanye digital ditetapkan sebagai agenda tetap di semua tingkatan organisasi.
Di sisi lain, arah perjuangan Demokrat Jakarta juga ditegaskan dalam tiga prinsip utama:
a.Progresif dalam menjawab isu-isu kota seperti kemacetan dan ketimpangan,
b.Responsif terhadap nasib kelompok rentan seperti warga rusun dan PKL,
c.Modern dengan menyasar pemilih muda dan ranah digital sebagai arena baru.
Sejumlah target konkret pun dirumuskan dalam forum ini, antara lain evaluasi badan partai 2022–2025, penyusunan program kerja 2025–2027, serta pengesahan struktur kepengurusan DPD yang baru.
Mujiyono menutup pidatonya dengan seruan ideologis: “Kita bukan partai yang lahir dari kekuasaan, tetapi dari idealisme. Maka jangan pernah kehilangan semangat juang!”
Dengan semangat itu, Demokrat Jakarta bersiap menyongsong laga politik yang kian dekat, dengan peta jalan yang kini mulai disusun dari dalam.
Rakerda 2025 turut dihadiri Sekjen
Comments 0