Rencana Setop Impor BBM Dinilai Bisa Tekan Daya Saing SPBU Swasta

Abdillah Balfast
Jan 19, 2026

SPBU yang berada di Indonesia. (Foto: Ist)

KOSADATA - Rencana pemerintah menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dinilai berpotensi menekan daya saing stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Swasta di Indonesia. Kebijakan tersebut dikhawatirkan membuat pelaku usaha Swasta bergantung penuh pada pasokan dari PT Pertamina (Persero), dengan konsekuensi meningkatnya biaya dan menyusutnya margin usaha.

Pakar energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi menilai, pembatasan hingga penghentian impor BBM akan menjadi tantangan serius bagi operator SPBU Swasta. Pasalnya, harga BBM yang dibeli dari Pertamina berpeluang lebih tinggi dibandingkan harga BBM impor yang selama ini dapat diperoleh langsung dari pasar internasional.

“Pertamina tentu memiliki kewajiban mengambil margin keuntungan. Jika SPBU Swasta harus membeli BBM dari Pertamina dengan harga lebih mahal, margin mereka akan tergerus. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa membuat usaha merugi dan berujung pada hengkangnya SPBU Swasta dari Indonesia,” ujar Fahmy, Minggu (19/1/2025).

Ia mengungkapkan, keberatan dari operator SPBU Swasta sebenarnya telah terlihat sejak tahun lalu, ketika kuota impor mereka habis dan diwajibkan menyerap base fuel dari Pertamina. Saat itu, proses pengadaan sempat terkendala dengan berbagai alasan, termasuk isu kandungan etanol dalam BBM dasar.

Namun menurut Fahmy, persoalan tersebut pada dasarnya bermuara pada satu hal, yakni harga. Dibandingkan impor mandiri, BBM dari Pertamina dinilai kurang kompetitif bagi pelaku usaha Swasta.

“Alasan teknis memang disampaikan, tetapi akar masalahnya tetap harga beli yang lebih mahal,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah menargetkan penghentian impor BBM pada akhir 2027, dengan catatan kapasitas produksi kilang dalam


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0