PLN Siapkan Senjata Sains dan Teknologi untuk Dongkrak Energi Hijau Nasional

Ida Farida
Aug 10, 2025

Executive Vice President Aneka Energi Baru Terbarukan PLN, Daniel K.F. Tampubolon. Foto: dok. PLN

KOSADATA – PT PLN (Persero) menyatakan siap memacu pemanfaatan sains dan teknologi guna memperbesar porsi energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Langkah ini diharapkan mendukung kemandirian energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) Indonesia 2025 di Bandung. 

“Bagi PLN, sains dan teknologi adalah kunci untuk meningkatkan bauran EBT nasional, selaras dengan target Net Zero Emission 2060,” ujar Darmawan dalam keterangannya, Minggu, 10 Agustus 2025.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek), Stella Christie, dalam forum yang sama menegaskan peran strategis badan usaha, termasuk BUMN, sebagai katalis pertumbuhan ekonomi. 

Menurutnya, kementerian mendorong penguatan riset agar hasilnya dapat langsung diterapkan di industri.

“Kami memetakan kebutuhan BUMN untuk dihubungkan dengan riset, sehingga mereka bisa meningkatkan pendapatan dan menurunkan biaya,” kata Stella. 

Ia menambahkan, ekosistem riset nasional telah menghasilkan banyak prototipe, namun tantangan terbesar adalah mengubahnya menjadi solusi yang dapat diadopsi secara luas.

PLN, lanjut Darmawan, membuka ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi dan lembaga riset untuk mempercepat transisi energi. 

Executive Vice President Aneka Energi Baru Terbarukan PLN, Daniel K.F. Tampubolon, menuturkan bahwa strategi transisi energi tidak hanya membangun pembangkit EBT, tetapi juga memastikan kesiapan seluruh ekosistemnya melalui penerapan smart grid.

“Smart grid menjadi enabler utama untuk mengatasi risiko intermitensi dari energi terbarukan,” ujar Daniel. 

Sistem kelistrikan modern ini mengandalkan teknologi digital agar lebih fleksibel, responsif, dan efisien, sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik.

Selain itu, PLN mengembangkan infrastruktur transmisi hijau (green enabling transmission line) sepanjang 47.758 kilometer sirkuit seperti tertuang dalam Rencana


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0