Tim PKM ITPLN sulap irigasi jadi sumber energi listrik hijau. (Foto: ITPLN)
KOSADATA — Aliran irigasi yang selama ini hanya mengairi sawah warga di Kampung Gadog, Desa Sukamahi, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kini dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik ramah lingkungan. Inisiatif ini diwujudkan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) berkapasitas 3 kWe oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Institut Teknologi PLN (ITPLN).
Program PKM tersebut dilaksanakan pada 26–27 Januari 2026 oleh tim dosen ITPLN yang terdiri atas Adri Senen, Munir Fasihu, Marion Grace, dan Bayu Aji. Lokasi Kampung Gadog dipilih karena memiliki potensi aliran air yang stabil sepanjang tahun, namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber energi terbarukan.
Ketua Tim PKM ITPLN, Adri Senen, menjelaskan bahwa wilayah Kampung Gadog berada di kawasan perbukitan dengan sistem irigasi bertingkat yang bersumber dari anak Sungai Cikadu, bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum.
“Selama ini sebagian warga masih bergantung pada genset berbahan bakar solar yang biayanya mahal dan kurang ramah lingkungan. Sementara itu, jaringan listrik belum menjangkau seluruh rumah. Padahal, potensi energi air di kawasan ini sangat besar dan berkelanjutan,” ujar Adri, Kamis (29/1/2026).
PLTMH berkapasitas 3 kWe ini dirancang sebagai solusi elektrifikasi desa berbasis energi hijau dengan memanfaatkan debit air irigasi yang relatif konstan. Sistem pembangkit disesuaikan dengan kondisi topografi setempat serta menggunakan material lokal agar mudah dioperasikan dan dirawat oleh masyarakat.
Sebelum pembangunan, tim PKM ITPLN melakukan serangkaian tahapan mulai dari survei potensi sumber daya air, pemetaan kebutuhan listrik warga, hingga perancangan sistem pembangkit yang aman dan efisien.
Energi listrik yang dihasilkan nantinya akan dimanfaatkan untuk penerangan jalan umum (PJU), memenuhi kebutuhan
Comments 0