Listrik Aceh Hampir Pulih Total, 68 Desa Masih Berjuang di Tengah Longsor

Fahmi Wahyudi
Jan 19, 2026

Foto: dok. PLN

KOSADATA — PT PLN (Persero) terus mempercepat pemulihan kelistrikan di Provinsi Aceh pascabencana banjir dan tanah longsor. Hingga saat ini, sebanyak 6.432 desa atau sekitar 98,9 persen dari total desa di Aceh telah kembali menikmati aliran listrik.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan pemulihan dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dengan mengedepankan kecepatan, ketepatan, serta keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan.

“Sejak sistem kelistrikan besar Aceh pulih, kami langsung memfokuskan upaya pada penormalan jaringan distribusi hingga ke desa-desa. Alhamdulillah, hampir seluruh desa di Aceh telah kembali menyala,” ujar Darmawan dalam keterangan tertulis, Senin, 19 Januari 2026.

Meski demikian, PLN mencatat masih terdapat 68 desa atau sekitar 1,04 persen yang belum teraliri listrik secara normal. Desa-desa tersebut tersebar di delapan kabupaten, yakni Aceh Utara, Aceh Barat, Bireuen, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.

Menurut Darmawan, wilayah yang belum pulih merupakan daerah dengan tantangan geografis paling berat. Sejumlah akses jalan terputus, rusak parah, bahkan hilang akibat banjir dan longsor, sehingga menyulitkan mobilisasi personel dan material.

“Desa-desa yang masih padam berada di titik terdalam dengan akses paling ekstrem. Namun kami tidak menunggu. Tim terus bergerilya menyambung kembali listrik hingga pelosok Aceh,” tegasnya.

Sambil menunggu pemulihan jaringan permanen, PLN memastikan 68 desa tersebut tetap mendapatkan pasokan listrik sementara melalui dukungan Program 1.000 Genset dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Genset darurat disiagakan agar aktivitas masyarakat tidak terhenti meski jaringan distribusi belum sepenuhnya pulih.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh, Eddi Saputra, mengungkapkan bahwa hambatan


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0