Air Terjun Situmurun yang selalu diburu pelancong di Danau Toba. Foto: ist
KOSADATA - Di Toba Samosir, Sumatra Utara, ada sebuah keajaiban yang tak dimiliki air terjun lain di Indonesia. Dari tebing setinggi 70 meter, derasnya Air Terjun Situmurun jatuh berundak tujuh tingkat, lalu langsung bermuara ke Danau Toba—kaldera purba raksasa yang menjadi legenda geologi dunia.
Tak ada sungai yang menampungnya, tak ada lembah yang memeluknya. Air itu meluncur seolah hendak menyatu dengan biru luas dan tenang danau terbesar di Asia Tenggara. Dari atas kapal, pengunjung bisa melihat derasnya air yang pecah menjadi buih putih, kontras dengan permukaan danau yang tenang.
Air Terjun Situmurun, oleh warga juga disebut Air Terjun Binangalom, mengalir dari sungai kecil di Desa Binangalom, Kecamatan Lumban Julu. Airnya jernih, dingin, dan segar, seakan membawa hawa sejuk perbukitan ke tubuh Danau Toba. Dari celah-celah tebing batu, alirannya keluar membentuk tirai air raksasa yang tak henti bergemuruh.
Duduk di dek kapal, angin dan percikan air itu menciptakan sensasi yang disebut banyak pelancong sebagai “healing alami.” Tak heran, destinasi ini menjadi favorit wisatawan yang ingin mencari ketenangan sekaligus petualangan.
Yang paling sering dilakukan wisatawan tentu berenang di sekitar kapal. Airnya segar, tubuh seolah dibasuh ulang oleh alam. Namun, pengelola selalu mengingatkan agar tak berenang terlalu dekat ke pusaran air terjun, demi keselamatan.
Pilihan lain adalah menyewa kapal wisata di Pelabuhan Ajibata. Dari kapal, pengunjung bisa memancing, bernyanyi karaoke, atau sekadar berbaring menikmati panorama. Beberapa kapal besar bahkan menawarkan fasilitas lengkap: ruang BBQ, dek berjemur, hingga sound system yang mengubah perjalanan menjadi pesta kecil di tengah danau.
Jika masih lapar akan petualangan,
Comments 0