Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Ali Said. Foto: dok. Pemprov Jateng
BPS juga mencatat perbaikan pada indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan. Indeks kedalaman kemiskinan pada September 2025 tercatat sebesar 1,507, menurun dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 1,557.
Sementara itu, indeks keparahan kemiskinan turun dari 0,354 pada Maret 2025 menjadi 0,338 pada September 2025.
Tak hanya itu, tingkat ketimpangan pengeluaran atau gini ratio juga menunjukkan tren menurun. “Pada September 2025, gini ratio menurun dari 0,359 pada Maret 2025 menjadi 0,350 atau turun 0,009 poin,” kata Ali Said.
Penurunan berbagai indikator tersebut menunjukkan adanya perbaikan distribusi pengeluaran sekaligus kondisi kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah sepanjang 2025.***
Berita terkini lainnya bisa diikuti melalui kanal Google News KOSADATA.
Comments 0