Jadi Tantangan Global, AHY: Diplomasi Air Jadi Sorotan PBB

Joeang Elkamali
Jun 11, 2025

Menko AHY buka IWWEF 2025. Foto: ist

KOSADATAMenteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan bahwa isu air tidak bisa lagi dipandang sebatas urusan pembangunan, melainkan telah menjadi tantangan keamanan global. 

 

Hal itu ia sampaikan dalam pembukaan Indonesia Water and Wastewater Expo & Forum (IWWEF) 2025 yang digelar Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu, 11 Juni 2025.

 

“Kadang kita merasa air tak akan habis. Tapi begitu tidak ada, baru kita panik. Sama seperti udara: kita baru sadar nilainya saat tak bisa bernapas,” ujar AHY dalam pidatonya.

 

Mengutip laporan United Nations World Water Development Report 2024, AHY mengingatkan bahwa 2,2 miliar orang di dunia masih hidup tanpa akses air minum yang aman, dan 3,5 miliar tidak memiliki sanitasi layak. Indonesia dengan lebih dari 280 juta jiwa juga menghadapi tekanan serupa.

 

“Pertanyaannya, apakah sumber daya air kita cukup untuk populasi sebesar ini? Sejak 2000, terjadi 1.600 konflik terkait air di dunia. Maka wajar jika diplomasi air kini menjadi sorotan PBB,” katanya.

 

AHY menggarisbawahi peran Indonesia dalam diplomasi air, sembari menyoroti tantangan mendasar di sektor domestik. Ia menyinggung rendahnya cakupan akses air bersih perpipaan di Indonesia, yang saat ini baru menyentuh angka 22 persen. Padahal, target nasional mencapai 40 persen pada 2030 dan 100 persen pada 2045.

 

Namun, kondisi perusahaan daerah air minum (PDAM) dinilai masih jauh dari ideal. Menurut AHY, hanya sekitar 37 persen PDAM yang mampu mencapai full cost recovery, sementara sisanya masih bergantung pada subsidi dan belum mencapai tingkat keberlanjutan keuangan.

 

“Kita butuh


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0