Hujan Mikroplastik di Jakarta, KAWALI Sebut Alarm Terakhir bagi Indonesia

Ida Farida
Oct 31, 2025

Foto: ist

relevan. 

“Konsep 3R sudah setengah abad tidak menyelesaikan masalah. Akhirnya sampah tetap berakhir di TPA,” ujarnya.

KAWALI mendesak pemerintah mempercepat larangan plastik sekali pakai dan mendorong transisi ke kemasan guna ulang serta bahan biodegradable yang teruji. Ia mencontohkan langkah progresif Kota Yogyakarta dan Bekasi yang telah menerapkan aturan pembatasan plastik sekali pakai melalui surat edaran wali kota dan peraturan wali kota.

Namun, tanpa kebijakan nasional yang berani dan menyeluruh, upaya daerah dinilai tak cukup. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2025 menunjukkan 70,7 persen titik pemantauan sungai di Indonesia berada dalam kondisi tercemar, dengan DKI Jakarta termasuk yang terparah. Sungai-sungai tersebut membawa mikroplastik ke laut dan kembali ke atmosfer melalui hujan.

Sebagai langkah darurat, Puput mendorong penggunaan teknologi bahan ramah lingkungan seperti kantong oxo-biodegradable dan bioplastik berbasis singkong. 

“Langit Jakarta kini memantulkan perilaku manusia di bawahnya. Alarm telah berbunyi,” ujarnya. “Pertanyaannya: apakah kita akan bangun, atau terus tertidur di bawah hujan plastik?”

Berita terkini lainnya bisa diikuti melalui kanal Google News KOSADATA.


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0