Dampak Buruk Sleep Call, Ganggu Produksi Hormon Melatonin

Ida Farida
Jul 31, 2024

Foto ilustrasi: pixabay/DanFa

KOSADATA - “sleep call” menjadi salah satu tren di kalangan orang dewasa dan remaja ketika menjalin hubungan spesial jarak jauh dengan seseorang. Istilah sleep call menggambarkan kegiatan panggilan video atau panggilan suara melalui gawai yang dilakukan oleh dua orang yang berbeda tempat, sesaat menjelang, dan/atau bahkan hingga keduanya tertidur.

 

Peneliti dan pemerhati masalah tidur dari Fakultas Ilmu Keperwatan (FIK) Universitas Indonesia (UI), Hening Pujasari menyebutkan, kebiasaan sleep call dapat memberikan efek negatif khususnya terhadap kualitas tidur

 

"Selain itu, efek yang paling tampak jelas adalah bahaya paparan cahaya dari layar smartphone. Paparan cahaya ultra violet (UV) dari gawai tidak bisa dihindari karena biasanya pelaku sleep call akan meletakkan gawai di sekitar area kepala dan mata,” ujar Hening seperti dilansir laman UI, Rabu (31/7/2024).

 

Menurutnya, paparan sinar UV tersebut dapat mengganggu produksi Melatonin, hormon yang menimbulkan rasa kantuk. Selain itu, karena sleep call dilakukan di jam tidur, suara atau bunyi yang masuk melalui telepon dengan mudah bisa mendistraksi tidur. 

 

“Padahal, untuk mendapatkan manfaat dari tidur atau tidur yang memulihkan (restoratif), selain durasi dan kedalaman, kita perlu tidur yang utuh tidak terputus-putus,” kata Hening.

 

Kebiasaan lain yang tidak sehat banyak dilakukan remaja, yakni bermain gawai hingga larut malam karena keasyikan bermain games, menonton drama online, atau scrolling media sosial. 

 

“Untuk mendapatkan tidur yang memulihkan, 1-2 jam sebelum tidur perlu sudah berhenti bermain gawai. Jadi, jika akan tidur pukul 22.00 dianjurkan maksimal pukul 21.00 sudah tidak memakai gawai. Jika bisa 2 jam sebelumnya, akan lebih bermanfaat lagi,” ujar Hening yang


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0