Foto: ist
Jadi, mekanisme pemilihan langsung yang dipromosikan oleh Raffles merupakan era baru dalam sistem demokrasi mini. Artinya mekanisme itu bukan produk sepenuhnya bangsa Indonesia, namun tak lebih dari gagasan asing yang dicangkok-terapkan di Wilayah Jawa (Hanif, 2018).
Realitas masyarakat yang sejak awal tak cukup terdidik dan miskin itu akhirnya, dan seterusnya dieksploitasi oleh kepentingan elit untuk tujuan jangka pendek, legitimasi semu lewat pemilihan langsung. Faktanya, pola perwakilan tetap eksis di lebih kurang 80% negara termasuk Amerika yang lebih 200 tahun menerapkan mekanisme electoral collect.
Sebagai peletak prinsip-prinsip demokrasi modern, Amerika menggunakan prinsip dan sejumlah elemen dasar dalam praktek demokrasi. Salah satu prinsip utama itu democracy from the people, by the people, and to the people. Demikian pidato memukau Abraham Lincoln di Pettysburgh (1865).
Mekanisme pemilihan paling tua pernah terjadi di Yunani, itupun ketika status Negara Kota berbentuk Polis dengan jumlah penduduk terbatas baik kuantitas maupun kualitas. Kualitas politik tak berlaku bagi wanita, anak-anak, lansia, budak, dan ekspatriat. Hak memilih merupakan previlage bagi kelas tertentu dalam sistem sosial.
Dalam perkembangannya, Athena berkembang menjadi sebuah negara yang kompleks hingga bermetamorfose menggunakan mekanisme representasi, mewakili sub-negara koloninya. Pola ini mirip disejumlah negara, dengan pertimbangan kualitas masyarakat dan faktor geografis.
Kualitas masyarakat menentukan kualitas pemimpinnya. Masyarakat bodoh dan miskin potensial dimanipulasi oleh sekelompok orang dungu dan nekat. Fakta itu yang kita alami sejak 21 tahun terakhir dibanding praktek mekanisme tak langsung yang lebih awal 60 tahun pasca kemerdekaan (1945-2005).
Meski demikian mekanisme ini bukan tanpa cacat bawaan. Seperti juga mekanisme lain, Ia mengandung persoalan ketika elit kehilangan integritas. Mereka
Comments 0