Ketua Umum DPP GMNI, Sujahri Somar. Foto: ist.
KOSADATA — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mendesak pemerintah segera menetapkan Inggit Garnasih sebagai Pahlawan Nasional. Usulan ini disampaikan dalam rangka Dies Natalis ke-72 GMNI yang digelar di Jakarta.
Ketua Umum DPP GMNI, Sujahri Somar menilai peran Inggit Garnasih selama perjuangan kemerdekaan belum mendapat pengakuan yang layak dari negara. Padahal, menurutnya, Inggit bukan sekadar istri Soekarno, melainkan sosok yang memberikan dukungan luar biasa di masa-masa paling berat.
“Inggit Garnasih bukan sekadar pendamping Soekarno, tetapi sosok yang menyokong perjuangan di masa-masa paling sulit,” kata Sujahri dalam keterangannya yang diterima pada Senin, 20 April 2026.
Sujahri menilai, Inggit memiliki peran yang sangat penting selama Soekarno menjalani penahanan di Banceuy dan Sukamiskin, hingga pengasingan di Ende dan Bengkulu. Ia menjadi penyambung komunikasi, penyedia logistik, sekaligus pemberi dukungan moral yang menjaga api perjuangan tetap menyala.
“Ibu Inggit adalah pilar penting di balik keteguhan Bung Karno. Ia memastikan api perjuangan tidak pernah padam,” ujarnya.
GMNI menilai ada beberapa alasan kuat yang mendukung usulan tersebut, antara lain pengorbanan material dan moril Inggit, keteguhan mendampingi perjuangan di masa pengasingan, serta perannya sebagai simbol keteladanan perempuan dalam sejarah bangsa.
“Pengakuan terhadap Inggit Garnasih merupakan bagian dari upaya menghadirkan keadilan sejarah,” tegasnya.
GMNI menyatakan akan mengawal proses pengusulan ini melalui diskusi publik, kajian sejarah, dan penggalangan dukungan masyarakat. Organisasi ini juga meminta pemerintah melalui kementerian terkait dan Dewan Gelar untuk menelaah fakta sejarah secara objektif.
Selain isu Inggit Garnasih, GMNI dalam Dies Natalis ke-72 juga menyampaikan sikap lain, termasuk desakan agar pembahasan Rancangan Undang-Undang
Comments 0