AHY: Jangan Jadi Budak Teknologi, Kunci Indonesia Emas Ada di SDM

Widihastuti Ayu
Sep 13, 2025

AHY menghadiri Wisuda dan Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Ari Ginanjar (UAG) dan ESQ Business School. Foto: ist

KOSADATAMenteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul sebagai fondasi utama menuju cita-cita Indonesia Emas 2045. 

Pesan itu ia sampaikan dalam orasi kebangsaan di acara Wisuda dan Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Ari Ginanjar (UAG) dan ESQ Business School di Jakarta.

Dalam pidatonya, AHY mengingatkan ancaman era disrupsi teknologi, kecerdasan buatan, serta derasnya arus informasi digital. Menurut dia, generasi muda tak boleh sekadar cerdas secara intelektual, melainkan juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual.

“Di dunia yang serba cepat dan penuh ketidakpastian, kita bisa menjadi korban teknologi, bahkan budak dari teknologi itu sendiri. Karena itu, nilai, prinsip, serta kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual harus menjadi pegangan utama generasi muda,” ujar AHY dalam keterangannya, Sabtu, 13 September 2025.

AHY menekankan, meski Indonesia dikaruniai sumber daya alam melimpah, keunggulan bangsa tidak bisa bergantung pada itu semata. Justru kualitas manusia produktif yang akan menentukan lompatan besar Indonesia di masa depan.

“Indonesia memiliki populasi 280 juta jiwa, dengan 70 persen berada pada usia produktif. Demographic window ini hanya terbuka dalam periode terbatas. Jangan sampai peluang emas ini terlewat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, AHY memberikan apresiasi kepada pendiri UAG, Dr. Ari Ginanjar, atas kontribusinya dalam membangun generasi bangsa melalui pendekatan pengembangan IQ, EQ, dan SQ. 

Ia juga berpesan kepada wisudawan dan mahasiswa baru agar tak berhenti belajar setelah lulus, melainkan terus mengasah diri serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Hidup adalah universitas yang abadi. Gelar penting, tapi lebih penting lagi bagaimana ilmu dan pengalaman


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0