Rekomendasi Healing Terbaik, Bukan Tempat Wisata, Namun Ini Jawabannya
Namun, rekomendasi healing terbaik ternyata bukan berada di tempat wisata. Pendakwah kondang Indonesia, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menyebutkan healing terbaik adalah dengan mendirikan salat.
Segera Tobat, Jangan Sampai Karena Dua Faktor Ini Jadi Alasan untuk Hentikan Maksiat
Pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhid ini menyebutkan ujung kemaksiatan yang sering dipengaruhi dua hal, yakni dibukanya aib seseorang atau kematian.
Menyikapi Masa Pensiun, Berkah atau Musibah?
Masa pensiun adalah masa merdeka untuk berbuat sebanyak mungkin, maka lakukan yang terbaik dan maksimal waktu yang ada.
Harus Cermat, Ternyata Ini yang Jadi Ancaman Sebenarnya Bagi Hidup Kita
Menurutnya, keburukan atau aib-aib orang lain kepada kita itu akan dicatat oleh Allah SWT. Sedangkan keburukan kita menjadi petaka bagi kita.
Taubat Yang Diampuni Alloh SWT
Alloh Subhanahu wata’ala sebagai maha pengampun dan maha halim, maka sudah semestinya kita raih murahnya Alloh dalam memaafkan dan mengampuni dosa-dosa kita
Salah satu Karunia Allah, Tempatkan Hawa Nafsu Sesuai Porsinya
Nafsu amarah juga penting dalam diri kita, untuk membela diri, agama, dan keluarga.
Yakin pada Pengurusan Allah, Kunci Menghadapi Ujian Hidup dengan Tenang
Agar tidak merasa cemas terhadap masa depan, ia menyarankan agar umat meyakini bahwa Allah akan memberikan takdir terbaik bagi mereka.
Jangan Jadi Durhaka, KH Abdullah Gymnastiar: Tafakuri Perjuangan Orang Tua
Menurut Aa Gym, sering kali anak-anak tidak menyadari betapa besar pengorbanan yang telah diberikan orang tua mereka, baik dalam hal fisik maupun emosional.
Aa Gym: Ubah Diri Sebelum Mengubah Orang Lain
Dia menekankan bahwa sebelum berniat untuk mengubah orang lain, seseorang harus terlebih dahulu berupaya mengubah dan memperbaiki dirinya sendiri.
Aa Gym: Tertekan Bukan Karena Kurang Rezeki, Melainkan Kurang Iman
Menurutnya, manusia tak diperintahkan untuk mencari rezeki hingga mati-matian, melainkan sekadar menjemputnya. Bagi beliau, istilah “mencari” seakan mengisyaratkan ketidakpastian, sedangkan rezeki adalah hak prerogatif Allah yang sudah dijatahkan bagi setiap makhluk-Nya