Hari ke-11, Gaza Hadapi Krisis Kemanusiaan dan Pembantaian Massal
Israel telah memutuskan pasokan air, listrik, dan bahan bakar, serta melarang masuknya bahan pokok makanan ke wilayah Gaza.
Kata Fransiscus Go Soal Food Estate: Jalan Membangun Peradaban Masyarakat Sejahtera
Konsep dasar yang harus diterapkan adalah bahwa alam itu diri manusia dalam skala yang lebih luas. Menghargai dan menghormati alam berarti menghargai dan menghormati diri sendiri.
Membangun Peradaban Cinta Lingkungan
Bahwa sesungguhnya kita adalah satu kesatuan. Kita satu dan tidak (bisa) terpisahkan dari alam semesta. Udara yang dihirup dan asupan yang dimakan berasal dari alam. Tubuh kita pun sungguh organik dan alami sifatnya. Jika alam rusak, kita juga rusak, demikian pula sebaliknya. Kita satu dengan alam.
Bali Street Carnival Lengkapi Kemeriahan "World Water Forum ke-10
Pawai sendiri diikuti oleh enam sanggar seni dan melibatkan sekitar 1.200 seniman dari Sanggar Seni Bungan Dedari, Sanggar Seni Paripurna Gianyar, Sanggar Seni Pancer Langit, Sanggar Seni Kokar Bali, Sanggar Seni Gumi Art, dan Sanggar Gita Mahardika.
Bali Street Carnival Perkenalkan Budaya Bali pada World Water Forum ke-10
Pawai diikuti oleh enam sanggar seni dan melibatkan sekitar 1.200 seniman dari Sanggar Seni Bungan Dedari, Sanggar Seni Paripurna Gianyar, Sanggar Seni Pancer Langit, Sanggar Seni Kokar Bali, Sanggar Seni Gumi Art, dan Sanggar Gita Mahardika.
Kepada Jusuf Kalla, Al-Atta Beberkan Brutalnya Agresi Israel di Jalur Gaza
Diperlukan aksi dari seluruh kekuatan dunia yang bebas, dari para pemikir, dan mereka yang peduli terhadap Palestina untuk bergerak demi membela Palestina dan menghentikan agresi terhadap anak-anak dan wanita yang tidak bersalah.
SBY Peringatkan Peradaban di Ujung Tanduk, Menteri Ekraf Sebut Ekonomi Kreatif Solusi Global
Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki posisi strategis dalam menjawab tantangan global dan memperkuat ketahanan peradaban bangsa.
SMP Al-Ittihad Jamanis Siapkan Kader Penggerak Peraban
Kabar pendidikan
Wayang Kulit Ternyata Bukan Sekadar Hiburan, Kini Bertahan di Era Digital
UNESCO menetapkan wayang kulit sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity