Tri Adhianto
Selain itu, selama menjadi Wakil Wali Kota, Plt Wali Kota dan Wali Kota definitif Kota Bekasi Tri Adhianto gagal melakukan terobosan-terobosan pembangunan-pembangunan yang signifikan baik dalam tataran infra struktur, kesejahteraan sosial maupun citra yang baik bagi Kota Bekasi.
"Khusus pembangunan infrastruktur tidak berkembang, padahal Tri Adhianto itu pernah menjabat Kepala Dinas Bina Marga," katanya.
Persoalan lain yang dinilai akan menyulitkan Tri jika ikut dlaam kontestasi politik Kota Bekasi, di antaranya banyak sekali janji-janji kampanye Tri Adhianto yang tidak terwujud selama memimpin kota Bekasi.
"Lebih miris lagi, Tri Adhianto malah sering blunder mengambil kebijakan yang merugikan masyarakat. Salah satunya memutuskan kontrak kerja kurang lebih 11 ribu tenaga honorer kota Bekasi," katanya.
Keputusan Tri Adhianto itu bukan membuka lapangan kerja baru justru malah menimbulkan jumlah pengangguran yang tinggi di Kota Bekasi. Ini merupakan bukti dari seorang Tri Adhianto yang tidak mempunyai leadership, jiwa humanis dan kepedulian pada masyarakat Kota Bekasi. Sangat tidak layak dan tidak punya kepantasan Tri Adhianto ingin mencalonkan diri sebagai Wali Kota Bekasi.
"Selain itu yang tidak kalah ngawur dan cerobohnya kebijakan Tri Adhianto adalah soal dihapusnya tunjangan honor RT dan RW. Tidak adanya perhatian dan kepedulian terhadap RT dan RW yang menjadi tulang punggung pelayanan pemerintahan dalam lingkungan terkecil masyarakat itu. Membuktikan Tri Adhianto memang tidak memiliki kemampuan menjadi pemimpin pemerintahan," ungkap Iskandar.
Iskandar menilai, Tri Adhianto saat menjabat baik sebagai Wakil Wali Kota dan Wali Kota
Comments 0