Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman. Foto: dok. Pemprov Jabar
Program Sekolah Rakyat disambut hangat masyarakat. Tatang, warga Kecamatan Pameungpeuk, mengaku lega anak bungsunya, Panca, berpeluang mengikuti program pendidikan gratis ini.
Tatang, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan Rp 1 juta per bulan dan harus menghidupi empat anak, berharap Panca dapat sekolah dengan baik.
“Harapannya ingin sukses saja sekolahnya, Pak,” kata Tatang lirih.
Senada dengan Tatang, Laelasari, warga Kecamatan Margaasih, juga menyambut gembira program ini. Ia berharap anaknya yang bercita-cita menjadi pemain sepak bola bisa meraih impian lewat pembinaan di Sekolah Rakyat. Keluarganya merasa terbantu dengan hadirnya sekolah berasrama tanpa biaya ini.
“Saya berharap anak saya sukses, bisa angkat derajat orangtuanya walaupun kami orang kampung. Makanya saya ke sini dukung anak saya,” ujar Laelasari.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai pendidikan berasrama dengan sistem karakter building, pelatihan vokasi, serta pembinaan kepemimpinan. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera agar mendapat akses pendidikan yang layak sekaligus pelatihan keterampilan.***
Comments 0