Senior Business Consultant Impactto Arya Prihutama saat menjelaskan sektor bisnis yang dapat dimanfaatkan pada masa transisi energi. Foto: ITS
Ia mencontohkan teknologi flash charger dari BYD yang mampu mengisi daya mobil listrik sejauh 400 kilometer dalam lima menit. Selain itu, PT PLN saat ini tengah mengembangkan teknologi smart grid untuk integrasi EBT dan monitoring kelistrikan secara real-time.
Meski demikian, menurut Ashari, penerapan teknologi ini memerlukan perbaikan infrastruktur kelistrikan nasional, termasuk pembangkit yang lebih adaptif terhadap lonjakan beban.
Selain Harris dan Ashari, seminar ini juga menghadirkan empat pemateri lain dari berbagai sektor, di antaranya Executive Vice President of Renewable Energy PT PLN, Dr Zainal Arifin, serta Senior Business Consultant Impactto, Arya Prihutama, yang mengupas peluang bisnis di sektor transisi energi.
Kepala Laboratorium Logistic and Supply Chain Management ITS, Prof Ahmad Rusdiansyah, berharap kegiatan ini mampu mendorong mahasiswa dan pelaku industri melihat peluang baru di masa transisi energi. “Karena dengan belajar, kita jadi punya alat baru untuk menghadapi tantangan masa depan,” tuturnya.
Seminar ini sekaligus menjadi kontribusi ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-7 tentang akses energi bersih dan terjangkau.***
Comments 0