Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha. Foto: ist
KOSADATA – Puluhan warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak di tengah gelombang protes anti-pemerintah di Nepal dipastikan akan kembali ke Tanah Air pada pekan ini. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mencatat, total 78 WNI berhasil dievakuasi setelah situasi keamanan di negara itu memanas.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha, menjelaskan, proses pemulangan dilakukan secara bertahap menggunakan penerbangan komersial. Hingga Minggu (14/9), 74 WNI sudah tiba di Indonesia. Empat WNI lainnya menyusul dalam dua penerbangan terpisah.
“Dengan demikian hingga Kamis mendatang, diharapkan total 78 WNI yang melakukan kunjungan singkat ke Nepal sudah dapat dipulangkan ke tanah air,” jelas Direktur Judha, kemarin.
Menurut Judha, para WNI tersebut berada di Nepal untuk keperluan konferensi internasional dan wisata.
Situasi di Nepal, tambah Judha, saat ini berangsur pulih. Jam malam telah dicabut dan layanan transportasi umum kembali normal. Judha menegaskan, Kemlu dan KBRI Dhaka akan terus memantau perkembangan dan menyiapkan rencana darurat jika terjadi eskalasi kembali.
“Kemlu dan KBRI Dhaka akan terus memonitor perkembangan situasi keamanan di Nepal dan mempersiapkan rencana kontingensi untuk antisipasi jika terjadi eskalasi kembali,” katanya.
Sebelumnya, Kemlu telah mengimbau WNI untuk menunda perjalanan ke Nepal sampai kondisi benar-benar aman. Imbauan ini dikeluarkan setelah pelantikan Perdana Menteri sementara, Sushila Karki, yang diharapkan mampu meredam ketegangan.
Kemlu juga mengingatkan seluruh WNI yang bepergian ke luar negeri untuk selalu memperhatikan kondisi keamanan dan melaporkan diri melalui aplikasi Safe Travel.***
Update terus berita terkini KOSADATA di Google News.
Comments 0