Sejumlah massa NU menjadi magnet saat menjelang Pemilu lima tahunan. Foto: hidayatullah
Itu artinya pengaruh Muhaimin di NU masih cukup kuat.
Namun, di sisi lain ada ketidakharmonisan hubungan antara Muhaimin (Cak Imin) selaku Ketua Umum PKB dengan KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sebagai Ketua Umum PBNU.
Itu bisa dijelaskan dengan fakta bahwa Gus Yahya itu adalah sosok Gusdurian tulen.
Gus Yahya pernah menjadi juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Bahkan, bisa dikatakan Gus Yahya adalah salah satu anak "ideologis" Gus Dur.
Sementara, pada sisi lain, di mata para pendukung Gus Dur, Cak Imin itu adalah anak "durhaka" karena mendongkel Gus Dur dari PKB.
Maka, mudah dianalisis, itulah yang menyebabkan ketidakharmonisan antara Gus Yahya dengan Cak Imin.
Bahkan, secara lugas bisa dikatakan bahwa salah satu "program" Gus Yahya selaku Ketua Umum PBNU adalah menggembosi PKB Cak Imin.
"Gerakan" Gus Yahya itu, langsung ataupun tidak tentu saja didukung oleh keluarga Gus Dur yang sampai sekarang masih merasa "terluka" akibat ulah Cak Imin kepada Gus Dur.
Faktor Gus Dur masih cukup kuat pengaruhnya di NU, dan itu tentu saja lumayan menggerus suara PKB di kalangan Warga NU.
Ke depan juga ada rivalitas atau rebutan pengaruh antara Gus Yahya dengan Cak Imin di kalangan Warga NU.
Siapa kira-kira lebih kuat pengaruhnya di kalangan Warga NU: Cak Imin apa Gus Yahya?
Gegeran jadi Ger-Geran
Meskipun secara organisatoris NU tidak terlibat politik praktis, dukung mendukung Parpol dan Capres, namun Warga NU diakui atau tidak sebenarnya punya gairah politik yang cukup kental.
Itu berbeda dengan Warga Muhammadiyah.
Jika politik antara lain diartikan sebagai upaya untuk merebut
Comments 0