Nahdlatul Ulama Sang Primadona Politik

Peri Irawan
Oct 11, 2023

Sejumlah massa NU menjadi magnet saat menjelang Pemilu lima tahunan. Foto: hidayatullah

beragam dan berbeda pula.

 

Sementara, sebagai representasi utama Warga NU, PBNU tentu saja tak akan terjun dalam ranah politik praktis mengingat NU adalah Ormas yang wilayahnya Sosial-Keagamaan dan Kemasyarakatan.

 

Sikap politik beberapa tokoh NU sepenuhnya ranah pribadi yang kemungkinan besar akan diikuti oleh para umat dan pengikutnya.

 

Demikianlah, dalam soal Capres 2024, ada beberapa tokoh NU yang mendukung Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto (urutan penyebutan nama berdasar abjad).

 

Itu artinya, suara Warga NU akan menyebar ke tiga sosok Capres tersebut.

Siapa Capres yang manuvernya paling jitu, itulah yang akan mendulang suara mayoritas Warga NU.

 

Anies Baswedan sudah mengunjungi beberapa tokoh NU dan pesantren.

Juga telah mengajak Muhaimin Iskandar (representasi Warga NU) sebagai Cawapres.

 

Begitu juga Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Mereka telah menjalin komunikasi dengan beberapa tokoh NU dan mengunjungi pesantren.

 

Jika Anies sudah mantap menggandeng Muhaimin (disingkat AMIN) untuk mendulang suara Warga NU, maka Ganjar dan Prabowo masih belum memilih sosok Cawapresnya apakah Warga NU atau tidak.

 

Nama dua tokoh NU yakni Mahfud MD dan Khofifah Indar Parawansa memang masuk dalam "bursa" dan wacana Cawapres.

Namun, masih belum bisa ditentukan ke depan apakah keduanya benar-benar jadi Cawapres.

 

Seandainya Mahfud MD dan Khofifah Indar Parawansa tidak jadi Cawapres dikarenakan kalkulasi tertentu, maka Ganjar dan Prabowo tampaknya hanya akan mengandalkan dukungan Warga NU lewat para tokoh NU, kyai, dan ulama berpengaruh.

 

Cak Imin, Gus Yahya, Gus Dur

Lalu, bagaimana dengan Anies dan Muhaimin?

PKB masih diperhitungkan sebagai Parpol lima besar di Parlemen.

Berdasarkan berbagai survei,


1 2 3 4 5

Related Post

Post a Comment

Comments 0