Kurangnya Kewaspadaan Diri di Era Digital Jadi Titik Awal Pencurian Data Pribadi

Abdillah Balfast
Dec 20, 2024

ilustrasi pencurian data

yang menargetkan Pencurian Data pribadi, data akun, dan data finansial. Praktek tersebut biasanya berawal dari menanyakan identitas diri yang dengan imbalan akan mendapatkan promo atau hadiah dari perusahaan e-commerce.

Untuk menangkal hal tersebut, Indriyatno menyarankan untuk tidak memakai one password for all (tidak menggunakan satu password untuk semua akun). Ia juga mengajarkan untuk membuat password dengan privasi yang lebih aman untuk mencegah kebocoran data pribadi seperti dengan menggabungkan huruf besar, huruf kecil, simbol, dan angka, serta mengganti password secara berkala.

Selain itu, dalam pembukaan Webinar Series Ke-50 Magnitude Indonesia. CEO Magnitude Indonesia, Dosen Universitas Paramadina, dan Ketua Komisi Informasi Pusat 2011-2013, yaitu Abdul Rahman Ma’mun mengatakan webinar yang diselenggarakan di akhir penghujung tahun 2024 ini sebagai pengingat kepada masyarakat agar berhati-hati dalam memberikan data pribadi ke tautan-tautan yang di kredibel.

“Data pribadi yang diberikan secara tidak sengaja dapat menimbulkan kerugian seperti menerima pesan dari orang yang tidak dikenal lewat Whatsapp pribadi maupun telepon” ujar Abdul Rahman Ma’mun.

CEO Magnitude Indonesia tersebut juga menyebutkan kadang pencurian informasi bukan dari upaya orang yang tidak bertanggung jawab kepada pengguna internet, tetapi kita sebagai pengguna yang kurang akan kewaspadaan dalam mengakses sesuatu. Sehingga, pengguna internet dapat memberikan data pribadi dengan mudah. (***)


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0