Atasi Kekurangan SPPG di Jakarta, BGN Akan Sewa Dapur Swasta

Restu Hanif
Nov 20, 2025

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Foto: ist.

KOSADATA — Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang mengatakan bahwa saat ini pihaknya akan memberlakukan skema penyewaan dapur kepada pihak swasta untuk mengatasi masalah kurangnya satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di wilayah Jakarta.

"Kita akan perlakukan seperti di wilayah 3T atau wilayah terpencil, di mana nanti ada yang membangun dapur dan disewa langsung oleh BGN," kata Nanik pada awak media setelah melakukan rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto pada Kamis, 20 November 2025 di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Nanik mengungkapkan, permasalahan tersebut muncul dikarenakan masalah harga tanah yang tinggi, sehingga jumlah SPPG di Jkrta tidak sebanyak daerah di luar Pulau Jawa.

Nanik menyampaikan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menyerahkan permasalahan tersebut kepada investor untuk selanjutnya disewa oleh BGN.

"Jadi mungkin ada investor yang membangun kemudian disewa oleh BGN. Tapi kan intinya enggak ada satu anak pun yang tidak bisa menerima MBG kan. Jadi pasti kita cari jalan lah supaya ada, tetap ada dapur itu,"

Hingga tanggal 18 November, BGN mencatat bahwa penerima manfaat MBG di Pulau Jawa telah mencapai 25,68 juta orang, disusul oleh Sumatera sebanyak 8,6 juta orang, Sulawesi sebanyak 2,74 juta orang, Bali-Nusa Tenggara sebanyak 2,15 juta orang, Kalimantan 1,70 juta orang, serta Maluku-Papua sebanyak 0,69 juta orang.

Menjelang akhir tahun, pemerintah telah mempercepat realisasi program MBG, yang telah meningkat dua kali lipat mencapai Rp41,3 triliun per 18 November 2025, dibandingkan realisasi sebesar Rp20,6 triliun atau 29 persen dari pagu dan menjangkau 31,2 juta penerima per 3 Oktober 2025.

Update terus berita terkini KOSADATA


1 2

Related Post

Post a Comment

Comments 0